info:

Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Telah dihapus di Kurikulum 2013

2018-03-01 08:46:06

Kategori: TIK - Dibaca: 810 kali
Diposting Oleh: ICHWAN ABDILAH

Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Telah dihapus di Kurikulum 2013

Pelajaran TIK adalah salah satu mata pelajaran yang membekali peserta didik untuk bisa mengoperasikan komputer. Mata pelajaran TIK juga mempelajari tentang sejarah perkembangan komunikasi yang dulu sangat sederhana sampai perkembangan komunikasi yang canggih seperti saat ini.

Kurikulum KTSP adalah salah satu kurikulum yang memuat mata pelajaran TIK sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik. Namun, sekarang kurikulum KTSP sudah tidak digunakan lagi dan sekarang sudah digantikan dengan kurikulum 2013.

Pelajaran TIK dikurikulum 2013 sudah dihapus dan TIK hanya dijadikan sebagai bimbingan saja. Sangat disayangkan dengan adanya penghapusan mata pelajaran TIK yang pada dasarnya mata pelajaran ini sangat penting untuk perkembangan generasi bangsa indonesia pada jaman era teknologi komputasi seperti sekarang ini.

Pelajaran TIK yang perlu direvisi adalah materi pelajarannya harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman now dan perkembangan teknologi. Jangan malah dihapuskan mata pelajaran TIK, tapi justru bagaimana cara meningkatkan materi pelajarannya agar lebih berkembang sesuai perkembangan zaman.

Ujian Nasional misalnya, sekarang sudah ada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bagaimana bisa UNBK diterapkan tanpa ada mata pelajaran untuk membekali para siswa agar terbiasa mengoperasikan komputer.

Tidak semua peserta didik itu mempunyai komputer atau laptop pribadi di rumah. Bagi orang tua siswa dengan ekonomi diatas rata-rata, masalah seperti ini bisa mereka atasi dengan cara membelikan anak-anak meraka komputer atau laptop dan bahkan membekali anak-anak mereka dengan kursus komputer. Tapi, bagaimana nasib para siswa dengan ekonomi orang tua siswa dibawah rata-rata?

Untuk membelikan anak-anak mereka seragam sekolah dan untuk memberi anak mereka uang jajan saja terkadang mereka kesulitan. Kasihan bagi mereka peserta didik yang tidak terbiasa mengoperasikan komputer, konsentrasi mereka akan terbagi dengan mengingat-ingat cara menggunakan mouse yang mungkin hanya dilakukan beberapa kali pertemuan pelatihan mengerjakan UNBK oleh pihak sekolah. Seharusnya konsentrasi mereka fokus untuk mengingat-ingat materi pelajaran yang sudah mereka terima dari bapak ibu guru di sekolah.

Memang benar anak TK saja sudah bisa membuka game online, membuka facebook, membuka situs-situs internet dan membuka media sosial. Tapi, apa mereka sudah dibekali dengan mata pelajaran yang bisa membimbing mereka untuk berinternet yang baik dan benar tanpa harus membuka situs-situs yang dilarang bagi anak-anak dibawah umur?

Oke. Pelajaran agama misalnya kita contohkan untuk bisa membimbing mereka agar tidak membuka situs-situs yang dilarang bagi anak-anak dibawah umur. Tapi, apakah pelajaran agama bisa membimbing orang tua mereka untuk belajar cara memblokir alamat situs-situs yang dilarang bagi anak-anak dibawah umur pada web browser handphone, laptop dan komputer peserta didik?

Menurut saya sebagai penulis artikel ini, mata pelajaran TIK adalah satu-satunya mata pelajaran yang bisa mengatasi masalah seperti tadi dengan cara berkerja sama dengan orang tua dengan memberi siswa tugas “Pekerjaan Rumah (PR)” yang melibatkan orang tua dalam penyelesaiannya..

Memang benar 30% daerah indonesia belum teraliri aliran listrik dan sisanya 70% sudah teraliri listrik. Listrik adalah salah satu penunjang pokok akan pelajaran TIK di sekolah-sekolah. Tapi, sangat disayangkan hanya gara-gara 30% daerah yang belum teraliri listrik dan yang jadi korban justru 70% daerah yang sudah teraliri listrik.

Dengan demikian, berarti 100% bangsa indonesia generasi penerusnya tidak dibekali ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bagaimana nasib generasi bangsa indonesia untuk menghadapi persaingan global dibidang IT? Apakah generasi bangsa indonesia hanya bisa jadi konsumen hasil karya IT negara lain tanpa harus menciptakan hasil karya sendiri dibidang IT? Kalau negara indonesia hanya jadi konsumen hasil karya IT negara lain, berarti indonesia tidak akan bisa bersaing dengan negara maju lainnya yang sudah berhasil menciptakan karya-karya dibidang IT.

Sebagai generasi bangsa indonesia yang saat ini sudah mengonsumsi kecanggihan telekomunikasi jarak jauh, alangkah disayangkan apabila tidak tahu sejarah perkembangan dari telekomunikasi itu sendiri. Apa jadinya generasi bangsa indonesia hanya bisa mengkonsumsi barang hasil dari buatan IT negara lain tanpa bisa menciptakan hasil karya sendiri di bidang IT? Apakah selamanya negara indonesia ini akan jadi negara pemakai hasil dari IT negara lain?

Seharusnya generasi bangsa indonesia dibekali dengan ilmu pengetahuan dibidang IT dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Satu-satunya mata pelajaran yang bisa membekali generasi bangsa indonesia untuk mencetak SDM dibidang IT adalah mata pelajaran TIK. Mata pelajaran TIK harus diajarkan kembali pada generasi penerus bangsa indonesia.

Mari kita bersatu agar TIK kembali menjadi mata pelajaran di Kurikulum 2013 !!!

Salam TIK. Saya penulis artikel ini masih perlu masukan dan kritikan dari saudara-saudari, yaitu pada penggunaan EYD, Kata, Kalimat dan bahasa indonesia yang baik dan benar. 
Saran dan kritikan bisa disampaikan melalui email “suharno.ikip90@gmail.com”.

 

 

 

1. Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Telah dihapus di Kurikulum 2013
Untuk memberi komentar anda harus Login terlebih dahulu.


DINAS PENDIDIKAN REPUBLIK INDONESIA

Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Telah dihapus di Kurikulum 2013 Pelajaran TIK […]

Selengkapnya  »»

Ekstrakurikuler

"Berita dan Galeri kegiatan ekstrakurikuler smepanesa"